Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Diduga Ada Mark Up Dalam Pembangunan Kantor LMA Malamoi

0 0

Sorong,TN–  Dibangun tidak sesuai draf, diduga ada mark up dalam pembangunan kantor Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi, yang berlokasi di Kilometer 13 Klasaman Kota Sorong.

Ketua LMA Malamoi, Silas Ongge Kalami dalam keterangan persnya kepada Teropong News baru-baru ini mengatakan, pada tahun 2013 lalu, pemerintah Kabupaten Sorong melalui APBD nya telah menganggarkan uang sebesar 3 Miliar Rupiah untuk pembagunan kantor Keik (LMA) Malamoi, dengan konstruksi dua lantai.

Pengerjaan pembangunan itu pun dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sorong, dengan mengunakan jasa pihak ketiga (kontraktor) yakni Cv. Tambrauw Jaya.  Namun entah mengapa pengerjaan pembangunan yang dilaksanakan oleh Cv. Tambrauw Jaya terputus ditengah  jalan yang mengakibatkan proyek tersebut sempat terbengkalai beberapa bulan.

Kemudian pengerjaan dilanjutkan oleh CV lainnya yang entah apa namannya, hingga gedung yang awalnya direncanankan berlantai dua, hanya dibangun satu lantai saja. “ Saya sangat kesal sekali melihat kondisi kantor seperti ini, ini kan tidak sesuai draf awal pembangunan,” ujar Ketua LMA.

Silas menilai biaya pembangunan gedung satu lantai itu palingan hanya menghabiskan anggaran 1 miliar rupiah saja, mengingat tidak ada disekat di dalamnya, karena memang rencana awalnya  pada lantai satu  hanya akan dijadikan tempat pertemuan/rapat, lantai duanya barulah ada sekat ruangan pengurus, namun  kenyataan kantor hanya dibangun satu lantai.

“ Bangunan begini paling habiskan anggaran 1 Miliar saja, terus 2  Miliar nya lagi dikemanakan ?,” tanya Silas dengan nada kecewa.

Sayangnya terkait hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Sorong, Ir Sukadi dan Direktur Cv. Tambrauw Jaya, belum berhasil ditemui/dihubungi Teropong News guna dimintai klarifikasinya. (red)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: