Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Berkas Tersangka YR P-21, Kasus KONI PB Tuntas

0 1

MANOKWARI,TN- Setelah melalui penyelidikan dan penyidikan sekitar 1 tahun lebih, akhirnya berkas perkara kasus dugaan tindak pidana Korupsi serta tindak Pidana Pencucian uang Koni Papua Barat TA 2012-2013 dengan tersangka berinisial Y.R siap dilimpahkan (P-21) ke Kejaksaan Tinggi Papua.

Demikian disampaikan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Martuani Sormin Siregar,M.Si didampingi Pejabat Utama dalam press releasenya di halaman depan ruangan Direktorat Reskrisus Polda Papua Barat Selasa (06/06/2017) Pukul 10.00 WIT.

Kapolda, Brigjen Martuani Sormin Siregar mengatakan kejaksaan tinggi Papua menyatakan berkas perkara atas nama tersangka Y.R sudah lengkap, artinya bahwa hasil kerja penyidik tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang(TPPU).

Kasus dugaan Korupsi dan TPPU dengan Tersangka Y.R Dinyatakan lengkap (P-21)

“Artinya kami tinggal menyerahkan pada tahap dua yang akan direncanakan pada hari kamis 8 Juni 2017 dimana dari aspidsus kejaksaan tinggi papua akan hadir disini untuk menerima tersangka dan barang bukti” ucap Kapolda Papua Barat dalam press releasenya

Kata Martuani, saat ini tersangka Y.R tidak ditahan tapi ditangguhkan karena yang bersangkutan dalam keadaan sakit, dapat dipastikan pada saat tahap dua sudah dalam ke dalam sehat.

Y.R merupakan pengembangan kasus dari tersangka utama A.R yang juga sudah menjalani persidangan, dinyatakan bersalah dengan hukuman penjara selama enam tahun dan ada juga denda sekitar 25 miliyar.

“Kemudian untuk tersangka Y.R alat bukti sudah disita, ada berupa uang, dokumen dan lain sebagainya, untuk uang ada 500 juta, 100 juta, 1 miliyar, dan ada juga kami sita dalam bentuk valuta asing delapan belas ribu us dollar, dan untuk unit rumah ada 3 unit yaitu rumah tipe 36, 1 unit tipe 90, kemudian 1 ruko, 2 unit kendaraan, itulah alat bukti yang di sita dari tersangka Y.R.” pungkasnya.

Jenderal polisi berpangkat satu bintang ini menuturkan, bisa dimungkin ada penambahan tersangka dalam kasus ini namun dilihat fakta dan keterangan yang terungkap dalam persidangan di pengadilan nanti.

Press release ini untuk menepis isu bahwa, penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Papua Barat masuk angin, dintervensi serta tidak mampu untuk mengungkap kasus ini.(***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: