Bawaslu PB Temukan Dugaan Penyuapan PSU Maybrat

0
127
Ketua Bawaslu Papua Barat
ketua Bawaslu Papua Barat, Ishak E. Warimori

Manokwari TN- Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Provinsi Papua Barat menemukan pelanggaran berupa dugaan praktek money politic pada PSU Pilkada Kabupaten Maybrat. Sesuai laporan yang diterima Bawaslu RI dari JA diduga telah terjadi praktek penyuapan yang dilakukan oleh KM cs kepada JA sebagai kepala kampung Irohsohser, Distrik Aitinyo Tengah, Kabupaten Maybrat.

Ketua Bawaslu Papua Barat, Ishak Warimuri kepada Wartawan di Manokwari, Kamis (04/05/2017) menjelaskan, tujuan penyuapan yang diberikan calon bupati KM kepada JA yang juga ketua KPPS kampung Irohsohser, Distrik Aitinyo Tengah, Kabupaten Maybrat ini untuk dapat mempengaruhi perolehan suara paslon nomor 2 pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) pada tanggal 15  mei mendatang.

Sesuai laporan yang disampaikan pelapor JA kepada Bawaslu, pada tanggal 26 April 2017, oknum anggota DPRD Maybrat berinisial DW dan oknum PNS Pemda Maybrat, VW (adik kandung Cawabup YW) menghubunginya untuk meminta bertemu di Restaurant Super Suikiwai Lt II, Jalan Mangga Besar Raya No.3C, Jakarta Barat, Pukul 22.00 hingga 00.00 WIT

Untuk membahas tentang kemenangan paslon, KM-YW pada PSU di TPS 01, Kampung Irohsohser, Distrik Aitinyo Tengah, Kabupaten Maybrat nanti.

Pada saat itu, calon bupati Maybrat nomor urut 2, KM ikut dalam pertemuan tersebut dan  menyerahkan uang sebesar Rp 10.000.000 kepada pelapor, menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp 5.000.000.000 lagi kemudian akan membeli 1 unit mobil dan mengangkat MA (Kakak Kandung pelapor)  sebagai kepala dinas.

Selain itu, KM berjanji memberikan proyek-proyek besar di Kabupaten Maybrat jika pasangan KARYA terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022, KM juga menjanjikan memberikan uang Rp 50.000.000 kepada setiap orang yang terdaftar dalam DPT TPS 01 Kampung Irohsosher yang memilih paslon no.2, dimana Rp 25.000.000 diberikan sebelum pencoblosan dan sisanya sesudah coblos.

JA juga melaporkan oknum Anggota DPRD Maybrat berinisial DW kepada BAWASLU RI karena juga menyerahkan amplop berwarna putih yang berisi uang senilai Rp 2.000.000.

Antoh sudah melaporkan penyuapan paslon nomor urut 2 dan oknum anggota DPRD Maybrat ini ke Mahkamah Konstitusi dan ke Bawaslu Pusat.

Jika benar, Perbuatan KM ini bertentangan dengan pasal 187 A ayat (1) UU Nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menegaskan bahwa setiap orang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum memberikan atau menjanjikan uang/ materi kepada siapa pun secara tidak sah untuk memenangkan paslon tertentu maka dipidana penjara pidana penjara paling sedikit 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda Rp 1.000.000.000

Sementara itu, kuasa hukum Pasangan pasangan KARYA, Yance Salambauw,S.H,M.H saat dikonfirmasi wartawan media ini melalui telpon selulernya, Kamis (04/05/2017) mengatakan, apa pun yang dilaporkan pihak terkait dan Johny Antoh tentu akan diikuti sesuai dengan ketentuan.

“Kalau laporan itu hak mereka untuk melaporkan, saya tidak komentar lebih jauh karena situasi tidak cukup baik untuk kita harus berkomentar lewat media ya” ucap Salambauw saat dihubungi wartawan melalui telpon selulernya, Kamis siang. (*)

 

Tinggalkan Komentar