Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

400 M Siap Digelontorkan Untuk Bandara Siboru Fakfak

0 22

Fakfak TN – Jika tak ada aral melintang, pembangunan Bandara Siboru yang digadang-gadang mampu didarati pesawat berbadan bongsor ini, akan segera direalisasikan mulai tahun 2018. Untuk tahap perdana, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Fakfak direncanakan menggelontorkan dana 400 miliar. Demikian dijelaskan Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si. kepada wartawan, usai membuka Kemah Bhakti II Pramuka di Karas pada Senin (4/11) lalu.
Menurut Mocha, sapaan khas Mohammad Uswanas, ijin prinsip pembangunan bandara tersebut telah turun beberapa waktu lalu.
“Ijin prinsip sudah turun beberapa hari lalu. Dan untuk tahap pertama ini, akan dikucurkan dana 400 miliar, yang berasal dari APBD provinsi dan kabupaten,” jelas Mocha.
Dijelaskan juga, bahwa Gubernur Papua Barat telah menandatangani kesepatan untuk sharing dana dengan Pemda Fakfak. 
“Kalau berapa prosentasenya, tentu harus proporsional. Sebab pemprov mengurus banyak daerah, bukan hanya Fakfak. Tapi gubernur sudah sepakat, sudah menandatangani kesepakatan tersebut, diserahkan ke saya, dan sudah saya serahkan kepada menteri perhubungan saat itu juga,” kata Mocha.
Disinggung mengenai jauhnya lokasi calon bandara, Mocha menyampaikan bahwa, tahun depan akan diusulkan pembangunan jalan khusus agar tidak mengganggu matra kampung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos. M.A.P., terkait jalan khusus yang akan dibangun ini menjelaskan bahwa, jalan tersebut sudah direncanakan dengan lebar 20 meter.
“Ujung jalan berada di jalur atas Politeknik terus keatas. Jaraknya sekitar 35 km dengan lebar 20 meter, dua arah. Sehingga lalu lintas lancar, dan diperkirakan hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit, sudah sampai bandara,” jelas Samaun.
Mocha juga mengucapkan terima kasih kepada pengelola Bandara Torea, yang selama ini telah memiliki andil besar dalam pembangunan di Fakfak. Meski begitu, Mocha menegaskan bahwa, keberadaan Bandara Torea memang sudah tidak bisa dikembangkan lagi.
“Jujur harus kita akui, Bandara Torea sudah tidak bisa dikembangkan lagi,” kata Mocha. “Dalam 5 tahun mendatang, mudah-mudahan konstruksi Bandara Siboru sudah bisa dikerjakan. Itu urusan pusat. Kalau untuk pematangan lahan, itu pekerjaan daerah,” imbuhnya. (wah)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: