Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Bupati Tak Setujui PLTMG Di Bangun Di Tanah Merah.

0 0

Bintuni – PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), pusat berencana memindahkan letak pembangunan PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas), ke Tanah Merah dari sebelumnya yang akan dibangun di Kampung Lama Kota Bintuni.

 Namun rencana pemindahan lokasi ini, tak disetujui oleh Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT. Pasalnya akan berdekatan dengan perusahaan Gas LNG Tangguh, sehingga permasalahan listrik yang selama ini terjadi akan terus dirasakan masyarakat.

 Bahkan, Bupati menegaskan akan mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan PLN agar tetap melanjutkan pembangunan PLTMG dilokasi yang sudah disediakan oleh Pemda, dan bila lokasi itu dinyatakan tidak layak, PLN dapat memilih lokasi baru yang penting masih disekitar Bintuni. “Kalau pembangunannya tidak dilanjutkan di Bintuni, tentu sangat disesalkan. Saya harap kalau bisa program Papua Terang ini harus ada di dataran ibu kota kabupaten,” ujarnya, Jumat pekan kemarin (3/3).

 Menurutnya, bila terus berharap pada suplay listrik dari LNG Tangguh, yang selama ini menggunakan kabel bawah laut, maka sangat tidak menjamin listrik di Bintuni terus normal. Dari yang dirasakan selama ini hampir setiap hari listrik mati yang disebabkan gangguan alam. “Ini kan melewati jalur yang panjang, dan kita tidak mempunyai kemampuan untuk meminimalisir gangguan-gangguan yang ada,” tuturnya.

 Guna mendukung program Papua Terang yang diinisiasi oleh PLN, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni sudah menyiapkan lokasi, ijin prinsip, dan ijin lokasi yang ditandatangani oleh bupati, agar program Papua Terang 10 MW dibangun di Kabupaten Teluk Bintuni.

 Sementara, informasi rencana pemindahan pembangunan PLTMG, dibenarkan oleh Manajer PLN Rayon Bintuni, Yan Paggapong saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya (7/3) kemarin. Menurutnya, pihaknya telah menerima surat pembatalan dari PLN Pusat tentang rencana pembangunan PLTMG di Kampung Lama. Selain itu, tim dari PLN Pusat juga telah melakukan survei di lokasi baru di tanah Merah, dekat dengan LNG Tangguh.

 “Kami juga telah melakukan protes terkait rencana pemindahan ini, karena sebagian besar pelanggannya ada di wilayah Bintuni. Kalau dibangun di Tanah Merah, tentu permasalahan gangguan listrik tidak akan selesai dan tidak akan putus, karena akan lewati laut, rawa, hutan,” bebernya.

 “Surat yang dikasih tidak ada data detail, tidak ada alasan pasti, hanya berupa surat penangguhan, dan tiba-tiba muncul tim survei di Tanah Merah, berarti ada rencana pemindahan. Kalau Cuma ditangguhkan seharusnya tidak ada survei lokasi baru,”paparnya. (ian)

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: