Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

22 Mei Forum Pers Independent Indonesia Dideklarasikan

0 0

Jakarta TN– Deklarasi Forum Pers Independent Indonesia di Gedung j Joeang 45, Jalan Menteng Ray, Jakarta Pusat, Senin (22/5) berlangsung penuh hikmat.

Deklarasi ini dihadiri oleh pengurus Sekretariat Wilayah (Setwil), korwil dan perwakilan media dari berbagai daerah.

Panglima TNI melalui Kapupen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S. Sos., M. Si. meangapresiasi lahirnya FPII (Forum Pers Independent Indonesia) dan berharap organisasi pers tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Hal negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan informasi adalah banyaknya penyebaran berita-berita bohong atau berita hoax yang menimbulkan fitnah sehingga mengganggu keharmonisan antar sesama anak bangsa,” ujar Kapuspen saat memberikan kata sambutan dalam Deklarasi FPII di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat, Senin (22/5).

“Oleh karena itu saya berharap dengan adanya FPII ini dapat menjadi Garda terdepan dan motivator dalam menjaga NKRI dari upaya-upaya pemecah pemersatuan Negara Indonesia lewat berita Hoax,” ujarnya lagi.

Sementara itu, dengan mengambil tema ‘Stop Kekerasan Wartawan’, Ketua Presidium FPII Kasih Hati menuturkan, masih adanya kekerasan terhadap wartawan disebabkan karena belum dipahaminya esensi dari kebebasan pers oleh sebagian warga Indonesia.

Lanjutnya, banyaknya intimidasi dan kekerasan terhadap aktifitas jurnalis diseluruh wilayah Indonesia juga merupakan motivasi dirinya bersama sejumlah pekerja pers lainnya untuk menginisiasi terbentuknya FPII.

“Semoga dengan terbentuknya FPII, esensi kebebasan pers dapat terwujud dalam upaya meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Wartawan Senior Satrio Sunandar menambahkan, seorang wartawan harus mengabarkan berita yang benar-benar atau sesuai dengan fakta dan data dilapangan, walaupun kabar kebenaran tersebut akan mendapatkan risiko yang harus dihadapi.

“Jadi jika benar katakan benar, dan jika salah katakan salah. Meskipun akan banyak resiko yang menimpa kepada dirinya nanti. Dan seorang wartawan juga tidak boleh berhenti membaca untuk terus berkembang mengikuti zaman,” kata dia.

Bersamaan dengan acara deklarasi, Sektretariat Nasional ( Setnas) juga melakukan pengukuhan Setwil di semua wilayah yang telah terbentuk kepengurusanya.( *)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: