​Ini Pemicu Kantor Bappeda Tambrauw Dipalang

0
120

Tambrauw, TN – Sejumlah pegawai pemerintah kabupaten (pemkab) Tambrauw melakukan pemalangan pada kantor Badan Perencanaan & Pembangunan Daerah di Sausapor, Rabu (28/4). Pemalangan kantor tersebut dilakulan oleh dengan cara memaku silang menggunakan kayu pada pintu masuk kantor.

Tidak hanya itu, pada bagian depan terpampang dua poster tulisan berisi pesan yang ditujukan kepada kepala Bappeda, yakni Abdul Kastela.

“Pemalangan ini tidak diperbolehkan siapapun kecuali Bupati atau Sekda kabupaten Tambrauw. Mari… tong tunggu kam datang, tong duduk sama-sama, bicara baik dulu baru tong buka kantor ni. Begini supaya tong pung fungsi dan kapasitas di kantor ini jelas juga… Karena kalau tra begini nanti kam bikin telinga tebal buat tong yang lain. Jujur itu sakit ka ??”

“Kami minta agar pimpinanBappeda transparan. Berikan kewenangan sepenuhnya kepada seluruh staf, kepala seksi atau kepala bidang dalam kegiatan per bidang atai perjalanan dinas dalam daerah maupun luar daerah dalam rangka meningkatkan kualitas mutu kerja dan memberdayakan seluruh staf / kesejahteraan pada kantor Bappeda Tambrauw. Stop monopoli, stop kerja sendiri. Masih ada orang lain lagi dalam kantor ini. Kalau kam yang pintar mari ajar tong yang bodok ini yang bodok ni supaya tong pintar seperti kam lagi.”

Begitulah isi kedua pesan tuntutan yang di tulis oleh salah satu pegawai. Bahkan tidak hanya itu, mereka menuntut agar kepala Bappeda untuk diganti.

Menurut salah satu pegawai yang menolak namanya disebut, kepala kantor sering melakukan perjalanan dinas tanpa melibatkan pegawai lain atau kepala bidang terkait. Sehingga mengakibatkan staf Bappeda lainnya merasa kapasitasnya tidak digunakan secara baik.

Kepala Bappeda, Abdul Kastela yang dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut mengaku, masih belum bisa berkomentar apa-apa karena dirinya masih berada di luar daerah.

“Nanti saya kembali baru kami akan tanyakan duduk masalahnya kepada mereka yang melakukan aksi tersebut,” jawab Kastela saat dihubungi melalui telepon seluler nya. Aksi pemalangan itu mengakibatkan aktivitas di kantor Bappeda lumpuh total. (*)

Tinggalkan Komentar