Staf Ahli Sekkab Evaluasi Percepatan Pembangunan Raja Ampat

0
46
Raja Ampat
Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Kesra Sekretariat Kabinaet, M. Amperawan, S.E, M. Si bersama Wakil Bupati dan jajaran SKPD kabupaten Raja Ampat

Waisai, TN- Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Kesra Sekretariat Kabinaet,  M. Amperawan, S.E, M. Si dan romobongan melakukan pengumpulan data dan informasi implikasi percepatan pembangunan daerah pesisir. Terkait pembangunan dan peningkatan perekonomian masyrakat Raja Ampat, sebelum  dan sesudah sail yang dilakukan tahun 2014 lalu.

Wakil Bupati Raja Ampat,  Manuel Pieter Urbinas, S. Pi, M. Si, mengatakan kedatangan Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Kesra Skretariat Kabinaet, untuk mengevaluasi percepatan pembangunan serta perekonomian di Raja Ampat, sebelum dan sesudah Sail Raja Ampat.

“pertemuan ini sangat penting bagi kami pemerintah daerah. Karena ini kesempatan bagi kami untuk memberikan informasi tentang kendala serta permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini. Dan mereka akan meneruskan informasi tersebut kepada kementrian terkait dan juga kepada skretaris kabinet,  selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden”, Ujarnya kepada Wartawan usai pertemuan di Aula kantor Bupati Raja Ampat,  selasa (11/04/17).

Lanjut Manuel,  pertemuan ini,  SKPD teknis seperti Pariwisata,  Perikananan, Perhubunhan,  dan PU sudah memberikan informasi kepada mereka. Sehingga dengan informasi tersebut,  mereka bisa memahami permasalahan yang saat ini sedang dihadapi pemerintah daerah.

“contohnya yang disampaiakan dari perhubungan terkait minimnya transportasi di Raja Ampat. Ada kapal-kapal bantuan dari pemerintah pusat,  tetapi kenapa Raja Ampat tidak dapat. Informasi seperti itu yang nantinya mereka lanjutkan kepada kementrian terkait”, Jelas Manuel.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Kesra Sekretariat Kabinaet, M. Amperawan,  S.E, M. Si menjelaskan bahwa kalau dilihat dari data statistik dari Sail tahun 2014 hingga saat ini, pembangunan serta perekonomian di Raja Ampat ada kemajuan.

“Saya baru tahu,  kalau di Raja Ampat selain sektor unggulan pariwisata dan perikanan,  ada juga perkebunan terutama kelapa. Dari data statistik 80% masyarakat  mengolah 11.000 hektar lahan kepala yang dijadikan kopra. Itu mempengaruhi pendapatan masyarakat setempat dalam meningkatkan perekonomian. Harusnya itu menjadi konsentrasi pemerintah daerah juga,” Ujarnya.

Ia juga menambahkan,  Setelah pertemuan ini, kami juga baru paham,  ternyata Raja Ampat ini hampir keseluruhannya baik darat maupun laut,  masuk dalam wilayah cagar alam atau daerah konservasi. Ini yang menjadi kendala utama pemerintah daerah dalam membangun serta mengembangkan ekonomi. Karena ketika ingin membangun, harus mendapat ijin dari kementrian lingkungan hidup (*).

“Informasi-informasi seperti yang disampaikan perhubungan tentang minimnya kapal untuk menghubungkan antar pulau di Raja Ampat, dan juga informasi terkait daerah cagar alam. itu yang nantinya akan kami rekomendasikan kepada kementrian terkait. Sehingga pemerintah daerah bisa cepat dalam membangun, dan perekonomian masyarakat bisa berkembang makin maju. Sehingga program Presiden tentang membangun dari desa ke kota bisa berjalan dengan baik,” tutupnya. (*)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar