Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Mengandung Babi, BPOM Tarik Empat Mie Instan Produk Korea

0 48

Manokwari,TN- Diketahui mengandung daging babi, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Papua Barat akhirnya menarik Empat Mie instan asal korea dari peredarannya.

Keempat merek Mie instan tersebut, yakni, Syim ramyun Black, Ottogi atau Yeul ramen, Samyang atau U-Dong dan Samyang Ramen Kimichi.

“Berdasarkan hasil sampling dan pengujian, empat prodak tersebut mengandung fragmen DNA spesifik Babi. Dan tidak mencantumkan peringatan mengandung Babi pada lebel, karena itu kami tarik dari peredaran,” ungkap Kepala BPOM Provinsi Papua Barat, Yunita Mudi Bukit, kepada sejumlah awak media, Selasa (20/06/2017).

Penarikan produk mie korea tersebut diperkuat dengan adanya surat dari Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM 15 juni lalu. Yang menyatakan produk asal korea ini dilarang bedar.

Disebutkan, penarikan Mie instan tersebut dilakukan pada Minimarket di Manokwari dan Kota Sorong dengan jumlah keseluruhan sebanyak 63 bungkus.

“Dari delapan toko yang kita lakukan pemantauan, di Manokwari 43 bungkus kita temukan di Supermarket besar inisial H. Dan di Kota Sorong 20 bungkus di Supermarket inisial S. Semunya sudah kita tarik,” terangnya.

Sementara saat ini, dari hasil pemantauan yang dilakukan bahwa produk tersebut baru ditemukan di dua daerah, sedangkan untuk daerah lainnya yang ada di Papua Barat, masih dilakukan koordinasi dan pemantauan oleh tim.

“Dengan adanya kasus ini, sangsi yang diberikakan pada distributor, ijin Impornya dicabut. Dan kalau pun mau diterbitkan lagi ijinnya, tentu harus mengikuti proses dari awal,” tegasnya

Yunita juga menjelaskan, pihaknya terus memantau dan menerapkan sistem pengawasan berkala terhadap peredaran prodak tersebut. Bahkan pengawasan tersebut dilakukan tehadap beberapa daftar barang yang dilarang edar.

“Kita sudah mulai perlebar lagi pemantauannya, seperti di Raja amppat dan kabupaten lainnya. Namun di Fak-fak sudah kita pantau, dan bebas dari prodak ini,” ucapnya.

Dia kemukakan, pada prinsipnya Mie tersebut bisa dikonsumsi oleh non muslim. Namun yang menjadi soal prodak ini tak mencantumkan peringatan mengandung Babi. Selain itu, kata dia, penyimpanan pada Supermarket bercampur dengan prodak halal lainnya.

“Jadi kesalahannya, tidak mencantumkan tanda khusus berupa keterangan mengandung Babi atau pun gambar Babi. Dan harus dipajang tersendiri tidak boleh gabung dengan produk halal,” ujar dia.

Jikalau produk tersebut mencantumkan keterangan sebagaimana yang disebutkan tersebut, bisa dilakukan penjaualan. Dan terkahir disebutkan, pihaknya memfokuskan pemantauan di Supermarket besar dikarenakan Mi ini tergolongan mahal.

“Memang harga Mie instan ini cukup mahal perbungkusnya, yaitu Rp 20 ribu-an. dan kita temukan di dua Supermarket besar. Yaitu di Kota Sorong dan Manokwari,” pungkasnya.(***)