Lelang Proyek LPSE, Bunuh Kontraktor OAP

0
123
Ilustrasi LPSE

Kaimana TN -Lelang Proyek secara online dalam program LPSE diberlakukan kepada seluruh kabupaten dan kota di Indonesia dengan batas akhir paling lambat 2017, dinilai akan mematikan pengusaha Asli Papua untuk bersaing dengan kontraktor non Papua terutama kontraktor-kontraktor yang berada daerah otonomi baru. Demikian dikemukakan Sonny Tana sala satu dari sekian banyak kontraktor Papua di Kaimana  kepada wartawan yang menolak program lelang secara online oleh pemerintah.

Menurut Sony program LPSE yang untuk kabupaten kaimana akan diberlakukan dalam Tahun anggaran 2017 adalah barang baru yang harus di sosialisasikan terlebih dahulu, sehingga ketika hal ini diberlakukan tidak menimbulkan konflik akibat tidak ada kebijakan yang berpihak untuk anak asli papua yang baru beloajar untuk menjadi pengusaha penyedia barang dan jasa kepada pemerintah daerah atau yang dikenal dengan kontraktor”.

Kalau saya menilai program LPSE ,adalah sebuah program yang sedikit banyak belum diketahui oleh rekan-rekan kontraktor Papua yang ada di Kaimana, artinya ini masih barang baru, jadi ketika ini diberlakukan pasti semua pada binggun. 

Seharusnya dari beberapa Tahun lalu pemerintah harus mensosialisasikan dan uji coba, kita ketahui bahwa setiap apa aturan yang diturunkan itu dilakukan sosialisasi dan uji publik, tetapi hari ini soal LPSE 90 Persen pengusaha asli papua di Kaiman tidak siap untuk menghadapi ini” ujarnya.

Dia berharap agar ada kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah untuk proyek di bawa Rp 1 Miliar adalah penunjukan langsung sebagai proses pembinaan dan sosialisasi untuk mempersiapkan kontraktor anak Papua kedepan bisa secara profesional mengikuti lelang proyek secara elektronik yang dimaksdkan oleh pemerintah. 

Sebab bila hal ini dipaksakan untuk diterapkan di daerah otonomi baru akan terjadi keributan yang akan menghambat proses pembanggun di papua secara umum.(Rsw/Jon)

Tinggalkan Komentar