Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Komoditi Karet Merupakan Produk Unggulan Papua Yang Harus Dihidupkan

0 77

Merauke, TN – Produksi Karet adalah salah satu unggulan petani lokal Orang Asli Papua ( OAP ) di wilayah Selatan Papua yang harus di hidupkan, Karena berpotensi memberikan kesejahteraan bagi masyarakat peribumi.

Produksi karet yang mengalami stagnasi perlu di gerakan kembali dengan memberikan bimbingan secara intensif kepada petani karet di wilayah selatan papua.

“Produksi karet saa ini tengah mengalami stagnasi akibat ketidak Profesioanalismenya perusahaan atau perorangan sehingga harga karet di pasaran mengalami pasang surut. Komoditas karet sudah tidak aktif lagi di bandingkan komoditas kelapa sawit yang lebih menjajikan saat ini kepada masyarakat di wilayah selatan papua karena tidak di bimbing” kata Direktur PT. Kaiwen Jodya Sejahtera Boven Digoel Merauke Papua Natalis B.Kaket kepada wartawan belum lama ini.

Dijelaskan, Ia telah melakukan bimbingan dengan penyadapan getah karet secara insentif dan saat ini sudah berjalan walaupun selangkah dua langkah.

Menurutnya, Potensi karet yang ada di selatan papua ini di terdapat di wilayah Kabupaten Merauke( Distrik Jagebob,Kampung Poo, Erambo, Kewell, Bupul, Muting),Kabupaten Boven digoel (Distrik MindipTana,kombut,iniyandit,subur dan jair) dan sampai wilayah Kabupaten Mappi Distrik Edera Bade. Daerah itu merupakan peta karet dari jaman belanda dan dari dulu sudah ada sementara saat ini sudah mati atau tidak aktif lagi.

” Saya sangat mengharapkan petani karet di Merauke mulai menghidupkan lagi dan kembali manyadap karet. Karena petani karet sudah ada sejak jaman belanda ” tandas Natalis.

Natalis juga menambahkan, telah melakukan dan membimbing petani karet dengan proses pengukuran kematangan pohon , cara menyayat , cara pencampuran dengan latex untuk mendapatkan sit(lembaran karet) yang baik dengan proses pengasapan menjadi sebuah sit yang di butuhkan pabrik namun para petani belum mencapai tentang tingkatan itu.

Ditambahkan, sampai saat ini di MindipTana sudah ada petani sekitar 20 orang yang di fokuskan dengan penghasilan 15 juta perbulannya. Untuk itu Natalis mengajak teman- teman yang berada di wilayah selatan Papua untuk berkomunikasi dan mulai menghidupkan karet. Apabila usia pohon 30 Tahun maka 20 tahun baru pohon karet yang ada yang masih usia produktif bisa menghasilkan uang.

” Saya siap membimbing teman- teman dari wilayah Selatan Papua. Bila perlu saya akan turun langsung mengajarkan cari penyadapan karet mumpun pohon karet di wilayah Selatan masih banyak,” ucap Natalis.