Kembangkan Produk, Pertamina RU VII Hasilkan MFO

0
40

Sorong TN – Guna mencapai visi sebagai kilang kebanggaan Indonesia pada tahun 2020 , Pertamina Refinery Unit VII terus melakukan pengembangan-pengembangan diantaranya melakukan pengembangan produk Marine Fuel Oil (MFO). Fasilitas kilang minyak Pertamina di Klayas, kabupaten Sorong ini telah beroperasi sejak 1997 yang mampu mengolah hingga 10.000 barel minyak mentah per hari.Sebelumnya Refinery Unit VII telah memproduksi BBM jenis Premium, Solar dan Minyak Tanah.

“Dengan keberhasilan RU VII memproduksi MFO, membuktikan komitmen Pertamina untuk terus melakukan pengembangan satu-satunya kilang di wilayah timur Indonesia”, ungkap I Gusti Bagus Prihanta, General Manager Refinery Unit VII Kasim.

Marine Fuel Oil 180cSt atau yang lebih dikenal dengan Minyak Bakar merupakan Bahan bakar minyak yang digunakan sebagai bahan bakar di sektor marine pada mesin diesel stasioner terutama untuk mesin diesel dengan putaran rendah (<300 rpm). Digunakan sebagai bahan bakar pembakaran langsung pada dapur-dapur industri besar, pembangkit listrik dan lain-lain yang sangat memperhatikan segi ekonomis dari bahan bakar. Saat ini konsumen BBM Pertamina di sektor ini mencapai lebih dari 4500 konsumen, tersebar diseluruh daerah di Indonesia. Beberapa Pelanggan utama BBM jenis ini adalah adalah PT. PLN (Persero), TNI/POLRI, Industri Pertambangan, Industri Besi Baja, Industri Kertas, Industri Makanan, Industri Semen, Industri Pupuk, Kontraktor Kontrak Kerja Sama, transportasi air dan industri lainnya.

Bahan Bakar MFO telah diproduksi dan dikirimkan sebanyak dua kali. Pengapalan perdana dilakukan pada tanggal 14 Juni 2017 sebanyak 5000 KL dan yang kedua pada tanggal 1 Juli 2017 sebanyak 10.000 KL. Produksi MFO ini telah dikirimkan kepada Terminal BBM Makassar yang merupakan TBBM wilayah kerja Marketing Operation Region VII Sulawesi. MFO juga telah memenuhi spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak Gas & Bumi No. 14496.K / 14 / DJM / 2008 dan memenuhi ISO 8217:2005.

Head of Communication & Relations Pertamina Refinery Unit VII Kasim Bagja Mahendra menuturkan kedepan pengembangan yang dilakukan Refinery Unit VII dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya melakukan pengembangan produk, namun juga melakukan pengembangan kehandalan kilang seperti kapasitas tangki, kemampuan memelihara safety dan security serta peningkatan produksi.

Tinggalkan Komentar