Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

DPR-PB Wujudkan Ekonomi Kerakyatan Papua

0 0

MANOKWARI,TN- Ekonomi kerakyatan papua merupakan salah satu bidang yang sangat penting dalam program otonomi khusus, untuk kesejahteran bagi orang asli papua, bukan sekedar regulasi kemudian disosialisasikan tetapi perlu diwujud nyatakan.

Hal ini yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat baik melalui sosialisasi regulasinya tetapi juga langkah awal mewujudkan pengertian dari ekonomi kerakyatan papua, terutama kepada mama-mama papua.

Mama-mama Papua membuat kerajinan tangan tempat tisu berbahan dasar pasir, kulit siput serta tripleks yang sumber dana dari uang perjalanan dinas Anggota DPR Papua Barat.

Padahal seharusnya kegiatan ekonomi kerakyatan ini bersumber dari dana Otonomi Khusus Papua setiap tahun.
Wakil Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Frida Tabita Klasin,S.H kepada wartawan di Gedung DPR-PB, Rabu (21/06/2017) mengatakan, ketrampilan tangan tempat tisu ini merupakan jawaban dari pertanyaan masyarakat tentang definisi dari “ekonomi kerakyatan”

Karena setiap kegiatan reses dan kunjungan kerja DPR-PB lainnya, masyarakat selalu bertanya apa arti ekonomi kerakyatan itu, hal ini menjadi tanggung jawab legislatif namun sebatas regulasi tetapi membutuhkan kerja nyata.

Hasil ketrampilan mama-mama papua dari Kota Sorong yang diperjuangkan DPR Papua Barat

“Kami bawakan kerajinan tangan mama-mama papua dari kota Sorong sebanyak 30 buah kotak tisu dengan harga Rp 200 ribu per kotak, sementara ini juga sedang dikerjakan tempat pensil yang mudah untuk dibawah kemana-mana” jelasnya.

Ide kegiatan ekonomi kerakyatan ini awalnya dimulai dari Kabupaten Raja Ampat lalu dilanjutkan ke Kota Sorong, selanjutnya untuk kabupaten lainnya akan dilakukan pendekatan berdasarkan wilayah.

DPR-PB berencana akan menyambangi mama-mama papua di Fakfak untuk pengelolaan Pala dan kue, Maybrat dengan hasil kacang-kacangan, Raja Ampat dengan ikan dan kerang sedanhkan kota sorong masih pendekatan di kepulauan, pesisir berupa abon serta pentolan (bakso) ikan.

Frida menekankan Pemerintah harus mentransfer banyak hal misalnya, budaya penyuluhan agar transformasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi kreatif bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat

“Mari mulai berkarya dan berkreasi dari apa yang kita bisa, lakukan dengan memanfaatkan hal-hal indah disekitar kita” pintanya.(***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: