Bulan Juli, Kota Sorong Alami Inflasi 0,53 Persen

0
25

SORONG,TN- Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Juli 2017 Kota Sorong  mengalami Inflasi sebesar 0,53 persen atau terjadi Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,92 pada bulan Juni 2017 menjadi 129,60 pada bulan Juli 2017.

Tingkat Inflasi tahun Kalender (Juli 2017 terhadap Desember 2016) sebesar 2,18 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun ( Juli 2017 terhadap Juli 2016) sebesar 3,04.

“Perubahan Indeks terjadi karena adanya harga yang ditunjukkan oleh perusahaan indeks pada beberapa kelompok barang dan jasa yaitu kelompok bahan makanan 1,35 persen, kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau sebesar 0, 20 persen, kelompok perumahan, air , listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen , Kelompok sandang terbesar 0,10 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,43 persen, kelompok pendididkan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,00 persen sedangkan kelompok transport, Komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,00 persen” Ujar Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Sorong, Novi Andy Dwi Setyawan, SST, M. SI, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (01/08/2017).

Andy menambahkan, beberapa Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Juli 2017 antara lain Tomat Sayur, Cabai Rawit, Cabai Merah, Sawi Putih dan Bawang Merah.

Sedangkan Komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu Bunga Pepaya, Kawalina, Sawi Hijau, Bawang Putih dan Kacang Hijau.

Kelompok Komoditas yang memberikan andil atau sumbangan terhadap perubahan indeks pada juli 2017 yaitu kelompok bahan makanan 0,4686 persen, Kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau 0,0303 persen, Kelompok bahan makanan, air, listrik, GAS dan bahan bakar 0,0039 persen, Kelompok sandang 0,0040 persen, kelompok kesehatan 0,0186 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0, 0000 persen sedangkan kelompok komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,000 persen.

“Tingkat Inflasi tahun kalender ( juli 2017 terhadap Desember 2016 ) sebesar 2,18 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun ( Juli 2017 terhadap Juli 2016 ) sebesar 3,04 persen.  Tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2013, 2014,2015 dan 2016 masing-masing 5,09 persen, 2,00 persen, 2,01 persen dan 1,15 persen. Sedangkan tingkat Inflasi tahun ke tahun untuk bulan juli 2013 terhadap juli 2012, Juli 2014 terhadap juli 2013, Juli 2015 terhadap juli 2014 dan Juli 2016 terhadap Juli 2015 masing-masing 9,99 persen, 4,47 persen, 8, 93 persen dan 3,02 persen” Tutur Andy

Kota- kota IHK wilayah Indonesia Bagian Timur yang berjumlah 18 kota, pada bulan Juli 2017 tercatat 16 Kotamengalami inflasi dan 2 kota yang mengalami deflasi tertinggi di BAu-Bau sebesar 2,44 persen dengan IHK sebesar 134,83 dan inflasi terendah terjadi di kota Palu sebesar 0,05 persen dengan IHK 132,16. Sedangkan Deflasi tertinggi terjadi di Kota Marauke sebesar -1,50 persen dengan IHK sebesar 133,53 dan deflasi terendah terjadi di Kota Jayapura sebesar -1, 13 dengan IHK 129, 59. (TM).

Tinggalkan Komentar