Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Dugaan Penganiayaan Petugas KPK, Yunus Wonda : Kami Siap Beri Keterangan

0 215

JAYAPURA, TN – Tim Anggaran Eksecutive dan Legislatif Provinsi Papua siap memberi keterangan kepada Polda Metro Jaya terkait dugaan penganiayaan terhadap dua penyidik KPK sebagaimana di sampaikan Juru Bicara KPK, Febry Diansyah, Minggu (3/2/2019).

Menurut Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, bahwasanya memang terjadi insiden kecil kepada petugas KPK malam itu. Insiden itu terjadi lantaran setelah percakapan whats up petugas KPK ini diketahui dimana ada banyak laporan yang disampaikan termasuk soal tas yang di tenteng Kasub Anggaran yang akhirnya tes tersebut di lempar ke petugas KPK. 

” jadi disini saya luruskan, saat dia memotret dan kita lihat isi pesan whatsup petugas KPK ini, dia melaporkan semua kegiatan pak Gubernur, Ketua DPRP dan seterusnya, kemudian soal tas ransel yang seolah dalam laporannya ada isi uang itu yang selanjutnya sama pak Kasub Anggaran melempar tas itu ke petugas KPK. Ini kamu lihat?? Ada uang kah di dalam sini,” jelas Yunus Wonda menjelaskan kronologi yang sempat dilihatnya saat itu.

“Jadi tas tersebut berisi dokumen saja. Pak Nus lempar tas itu  ke petugas itu untuk menunjukkan tas tersebut berisi dokumen,” kata Yunus menekankan pihaknya mendukung kinerja KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.

Yunus Wonda mengatakan jika memang ada penganiayaan maka harus di panggil semua pejabat yang saat itu sedang berada di lokasi. 

” jadi begitu, kami semua yang ada malam itu siap berikan keterangan,” kata Yunus yang juga mengakui tidak mengetahui secara detail insiden lain setelah pelemparan tas tersebut lantaran dirinya berada agak jauh dari kedua petugas KPK tersebut.

Yunus Wonda kembali menegaskan Pemerintah Provinsi Papua mendukung sepenuhnya tugas KPK. Namun perlu di luruskan bahwa diboyongnya kedua petugas tersebut ke Polda Metro Jaya dengan tujuan ingin memastikan apakah dua petugas ini Pegawai KPK atau KPK Gadungan. 

“Intinya gini, kami dukung Tugas dan Kewenangan KPK. Mereka kami bawa ke Polda untuk memastikan apakah mereka ini petugas KPK atau KPK gadungan, kami serahkan kepada kepolisian yang punya kewenangan terkait itu,” katanya.

Wonda kembali meluruskan bahwasanya pertemuan tim anggaran yang berlangsung di Hotel Borobudur, Sabtu (2/2/2019) dilakukan terbuka dan resmi. Rapat evaluasi itu dihadiri oleh Gubernur Papua, Tim Badan Anggaran Eksecutive dan Legislatif termasuk Direktur Keuangan Kemendari dalam rangka pembahasan hasil evauasi Kemendari terkait APBD Papua tahun 2019.

“Ini pertemuan resmi dan terbuka,” kata Wonda.

Anda mungkin juga berminat