Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Dua Napi Dipindahkan ke Rutan Ambon, Lantaran Miliki Sabu

0 36

Ambon, TN – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Maluku menemukan beberapa barang terlarang dari dua narapidana (napi), saat penggeledahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Ambon, Sabtu (5/1) malam.

“Memang ada beberapa barang. Untuk sementara yang bersangkutan kami pisahkan ke Rutan Ambon dulu untuk didalami. Kemarin (Senin), kami sudah beritahukan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku. Hari ini mereka datang,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Maluku, Tholib, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (8/1).

Menurutnya, sesuai prosedur pemeriksaan dua napi itu sementara diamankan di Rutan Ambon untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam.

“Memang ada uang. Tapi jumlahnya saya belum bisa pastikan. Ada sabu juga. Tapi jumlahnya juga belum tahu. Karena saat ini Kadin sementara berangkat. Makanya perlu koordinasi lagi,” tandasnya.

Ditemukannya sabu di Lapas, lanjut dia, membuat sistem pengamanan di Lapas Kelas IIA Ambon, mulai dicurigai. Diduga ada oknum “nakal” di dalamnya. Pasalnya, penggerebekan yang dilakukan satgas Kemenkumham Maluku, Sabtu malam lalu, menemukan sejumlah narkoba jenis sabu-sabu, uang tunai Rp20 juta, minuman keras dan beberapa buah Handphone (HP).

Meski demikian, Kepala Lapas Ambon La Samsudin yang dikonfirmasi membantah adanya penggerebekan. Dugaan adanya temuan narkoba dan sejumlah barang yang dilarang beredar di dalam lapas itu diketahui, menurut dia, setelah pihaknya melakukan penggeledahan.

“Penggeledahan ya. Bukan penggerebekan. Jadi kami bekerjasama dengan Kanwil (Kemenkumham) maupun dengan UPT lain, untuk melakukan penggeledahan. Penggeledahan itu kami lakukan setiap bulan. Setiap bulan ada yang kami lakukan 3 kali, 4 kali, bahkan bisa lebih sesuai dengan kebutuhan yang ada,” tutur Samsudin.

Hasil penggeledahan yang dilakukan tim, menemukan sejumlah temuan yang hingga kini masih didalami. Temuan apakah itu, Samsudin belum mau merincinya.

“Dua orang narapidana kami Gerald Tomatala dan Lifaldi yang kami anggap membuat gangguan keamanan, langsung kami pindahkan ke Rutan Ambon,” katanya.

Dua narapidana (napi) yang kini telah berada di Rumah Tahanan (Rutan) Waiheru, Kecamatan Baguala Kota Ambon ini merupakan napi kasus narkoba.

“Barang bukti yang kami temukan masih didalami semua. (Apa benar sabu sabu) saya belum bisa memastikan. Nanti dalam pemeriksaan kita akan buktikan semua,” kata Samsudin.

Menurutnya, Gerald Tomatala dan Rifaldi merupakan napi kasus narkoba. Keduanya saat ini sedang di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.”Karena sedang diproses makanya keduanya sudah dipindahkan ke Rutan Ambon,” tandasnya.

Anda mungkin juga berminat