Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Didemo SWM, Menkumham Kabur Gunakan Mobil Rental

0 259

Manokwari,TN- Sejumlah awak media yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Manokwari (SWM) menggelar aksi demo damai di Halaman kantor Kementrian Hukum dan HAM Papua Barat, Rabu (30/1).

Puluhan awak media ini menuntut bertemu dengan Mentri Hukum dan HAM Republik Indonesia (Menkumham RI) untuk mendesak Presiden RI, Joko Widodo membatalkan Kepres No29/2018 tanggal 7 Desember 2018 terkait remisi yang salah satunya memberikan remisi terhadap terpidana seumur hidup otak pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali, I Nyoman Susrama.

Namun, sekira pukul 10.45 WIT, Menteri justru meninggalkan Kantor Kemenkumham dan Menuju Kantor Gubernur Papua Barat tanpa menemui wartawan yang sejak pukul 09.00 WIT, melakuan orasi dan mendesak bertemu Menteri untuk menyerahkan pernyataan sikap. Bahkan, menteri tidak menggunakan Mobil berplat RI 25 yang dia gunakan.

Koordinator Aksi, Adlu Raharusun dalam orasinya mendesak Menteri untuk meninjau dan mencabut remisi terhadap terpidana sumur hidup I Nnyoman menjadi penjara 20 tahun.
“Kebebasan pers adalah hal mutlak dan remisi itu justru membungkam kebebasan pers,” tegs wartwan cahaya papua itu.

Sedangkan orator lainnya, Rasid Fatahudin meminta Mentri untuk menjelaskan lahirnya kepres itu. Meski wartawan tahu alasan kepres salah satunya adalah kemanusiaan.

“Kami merasa itu bentuk pembengkangan. Ingat, pilar demokrasi salah satunya Pers. Kepres tersebut setajam Sembilu. Kita bukan manusia super, tapi wartawan itu makhluk bernilai dan tiada berita senilai nyawa,” tegas Kontributor Radio Elshinta di Manokwari itu.

Namun sayangnya aksi solidaritas wartawan Papua Barat ini tidak digubris Mentri Hukum dan HAM RI itu, politisi PDI Perjuangan itu memilih meninggalkan kantor Kemenhumkam Papua Barat dengan menggunakan mobil rental tanpa bertemu awak media.

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Kabupaten Manokwari, Fenty Rumbiak menegaskan bahwa aksi mentri hukum dan HAM itu merupakan tindakan pengkredilan Negara terhadap kebebasan pers.

“Tindakan Mentri Hukum dan HAM, Yasona Laoly tidak mau bertemu awak media dan keluar melalui pintu belakang dengan menggunakan mobil rental itu merupakan bentuk pengkredilan kebebasan pers,” ujar Fenty Rumbiak, wartawati media online papuabaratonline.com itu.

Dalam pernyataan sikap solidaritas wartawan manokwari, 1. menolak dengan tegas pemberian remisi kepada terpidana seumur hidup I Nyoman Susrama dalam perkara pembunuhan berencana terhadap wartawan Radar Bali Narendra Prabangsa.

2. Mendesak Presiden Joko Widodo mencabut dan membatalkan Kepres Nomor 29 Tahun 2018.

3. Menolak dengan tegas kriminalisasi terhadap pers nasional melalui Presiden dan 4. Negara menjamin dan melindungi kemerdekaan Pers sesuai amanat Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.(*)

Anda mungkin juga berminat