Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

CI Kampanyekan Provinsi Konservasi Papua Barat

0 85

Waisai, TN – Tanpa membuang waktu, usai menuruni terjalnya jalur Anggi – Ransiki, dari Manokwari Tim Kampanye Provinsi Konservasi dari Conservation International (CI) Indonesia dan relawan dari Blue Sphere Foundation segera bertolak menuju destinasi berikutnya dari Kampanye ini, tepatnya ke arah barat laut yakni kabupaten Bahari, Raja Ampat.

Kampanye bertajuk ‘Pesta Rakyat untuk Konservasi’ di enam kabupaten/kota kali ini, khususnya melalui film sebagai media komunikasi, bertujuan untuk ‘membahasakan’ paradigma Provinsi Konservasi kepada seluas-luasnya khalayak, agar perjuangan mewujudkan pembangunan Papua Barat berdasarkan prinsip-prinsip keberlanjutan dapat dilakukan oleh setiap orang tanpa terkecuali.

Kampanye Provinsi Konservasi di Waisai, Kabupaten Raja Ampat ini oleh Pemda Raja Ampat juga dimaksudkan sebagai gelaran ‘pemanasan’ jelang Festiva Pesona Bahari Raja Ampat 2018 yang akan dimulai pada 18 Oktober 2018 nanti. Ide tersebut disambut baik oleh Asisten Administrasi Umum Kesekretariatan Daerah Raja Ampat, Muhidin Umalelen, yang juga Ketua Panitia dari Festival.

Manta di perairan Raja Ampat. Foto/istimewa.

Dalam konteks Bentang Laut Kepala Burung (BLKB), model pengembangan dan pengelolaan jejaring Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Raja Ampat secara kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan entitas non-pemerintah yang mulai intensif bergerak semenjak tahun 2003, bisa dibilang sebagai pelopor yang dengan sadar berkontribusi secara signifikan kepada inisiatif Provinsi Konservasi Papua Barat yang dimulai tiga tahun lalu.

Pemutaran Film Provinsi Konservasi di Waisai hari Minggu nanti juga terasa pas, mengingat tanpa mengesampingkan keberhasilan dari kabupaten kepulauan ini dalam membangun kawasan konservasi perairannya dan mengembangkannya menjadi lokasi destinasi wisata dunia, tidak luput dari tantangan yang mengancam sumber daya alamnya yang melimpah.

Mengenai hal ini, Direktur Program Papua Barat untuk Conservation International (CI), Meity Ursula Mongdong, angkat bicara. Dijelaskannya, perwujudan Provinsi Konservasi bisa dilihat, salah satunya, dari komitmen pemerintah untuk menerapkan prinsip-prinsip pemanfaatan yang berkelanjutan dalam berbagai bidang pembangunan.

“Pemilihan pariwisata sebagai sektor unggulan, terutama (dalam konteks) pembangunan Raja Ampat, sudah menunjukkan sebuah komitmen yang tinggi (dari) Pemerintah dan masyarakat terhadap keberlangsungan sumber daya alam di Raja Ampat,” ujar Meity Mongdong, Minggu (14/3).

“Namun demikian, kepopulerannya saat ini telah meningkatkan jumlah pengunjung dengan sangat drastis. Best practices dan regulasi terhadap praktik berwisata di Raja Ampat sudah sangat penting dihadirkan dan, yang lebih penting lagi, penegakan peraturan dan pengawasan harus benar-benar serius di diterapkan,” lanjutnya kepada awak media di sela-sela persiapan Pesta rakyat di Waisai.(*)