Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Berthus Manufandu: Saya Dipukul Dua Kali Oleh Ketua DPRD

0 1.349

Waisai, TN – Korban aksi kekerasan oleh ketua DPRD Raja Ampat, Berthus Manufandu mengatakan dirinya mendapat penganiayaan sebanyak dua kali. Berthus menduga pelaku pemukulan, yakni Hendrik Wairara melakukan tindakan kekerasan tersebut atas dasar kesalahpahaman.

Kepada media ini, Berthus menceritakan kejadian tersebut berawal saat usai mengendarakan mobil untuk mengantar tamu yang sedang menyebrang ke kampung Warsandim, distrik Teluk Mayalibit menggunakan speedboat. Kendaraan mobil itu adalah milik dari ketua DPRD yang biasa ia kendarai sebagai supir pribadi.

“Setelah saya mengantar tamu untuk berwisata, saya kemudian balik dan menunggu di pantai WTC supaya speedboat yang pakai bawa tamu bisa saya lihat dan langsung saya jemput,” jelas Berthus.

Hal tersebut dilakukan Berthus lantaran dirinya sedang tidak membawa telepon selulernya. Sehingga untuk mengakali keterbatasan komunikasinya Berthus memilih untuk memantau jalur speedboat dari arah pantai WTC dengan memarkirkan mobil yang ia kendarai. Secara kebetulan dilokasi tersebut Berthus bertemu dengan temannya yang sedang bersama seorang perempuan, kekasih dari rekannya itu.

“Saat itu kondisi juga sedang hujan, jadi saya persilahkan mereka masuk dalam mobil untuk berteduh. Tidak lama ketua (DPRD) bersama istrinya datang dan langsung memarahi dan memukuli saya,” terang Berthus.

Setelah kejadian tersebut, Berthus mengaku ketua DPRD Hendrik langsung pergi meninggalkan dirinya dengan membawa mobil yang sebelumnya ia kendarai. Walaupun demikian Berthus mencoba mendatangi kediaman Hendrik untuk memberikan penjelasan, namun naas usahanya itu malah menjadi petaka kedua baginya. Dirinya bahkan kembali menerima pukulan dan tendangan oleh Hendrik  saat itu.

“Dan saat itu ada mobil patroli dari Polres Raja Ampat yang lewat. Mereka pas lihat saya dipukul langung lakukan pengamanan dengan membawa saya,” kata Berthus.

Saat ditanya mengenai motif dari kemarahan ketua DPRD, Berthus hanya menduga bahwa dirinya dipukul lantaran dianggap sedang berbuat hal tidak senonoh karena ditemukan ada seorang perempuan yang tidak dikenal oleh pelaku dalam mobilnya waktu itu.

Dari pengalaman kejadian itu, Berthus sebelumnya enggan membuat laporan Polisi dengan harapan ada permintaan maaf dari pihak pelaku yang ditunggunya hingga hari Sabtu lalu. Akan tetapi permintaan maaf itu tidak kunjung diutarakan oleh Hendrik, hingga akhirnya Berthus memutuskan untuk melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya. 

Sementara terduga pelaku penganiayaan, ketua DPRD Raja Ampat, Hendrik Wairara dihubungi wartawan melalui telepon, pesan pendek dan whatsApps untuk diklarifikasi belum memberikan responnya. (mdl)