Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Benarkah, Proyek Jalan Senilai 20,4 M Lolos Dari Pengawasan

0 391

Sorong, TN – Sungguh miris kondisi jalan di Km.13 yang nampak berlubang dan rusak, padahal masih terasa hangat dikerjakan.

Adalalah proyek pekerjaan ruas jalan protokol Basuki Rahmat kota Sorong yang saat ini sedang digarap oleh PT. Cempaka Jaya.

Ironisnya, meski proyek ini sementara dikerjakan, dibagian lain yang sudah diaspal justru sudah rusak dan banyak yang berlubang.

Pemandangan ini dapat dijumpai depan kantor Unity Tractor ( UT ) di kilo meter 13 Kita Sorong.

Sungguh sayang jika kondisi seperti ini dibiarkan. Pasalnya, proyek senilai 20,4 Milyar yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN ) ini, seyogyanya mendapat pengawasan dari konsultan pengawas dan Satuan Kerja Peningkatan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah Sorong.

Jika demikian lantas, kemana dan apa fungsinya konsultan pengawas. Padahal konsultan pengawas dibayar untuk melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor. Namun demikian publik juga wajib berperan dalam mengontrol setiap proyek pemerintah.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, sudah bisa dipastikan umur jalan yang sedang diaspal ini tidak akan lama.

Sejumlah pengguna jalan kepada media ini mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang sedang dibangun tetapi hanya hitungan minggu sudah berlubang.

” aneh, bisa dilihat dengan kasat mata tapi kok dibiarkan, ini namanya pembiaran,” kata salah satu pengguna jalan.

Kalimat sinis juga dilontarkan oleh sejumlah warga di sekitar komplek UT, Km.13. Mereka mengaku kecewa dengan pihak pihak yang terlibat dalam proyek jalan tersebut. Seharusnya proyek dengan sinilai puluhan milyar musti diawasi dengan baik, agar kwalitas jalan bisa terjaga.

” yang kerja jelas kontraktor abal abal dan cari untung gede ini, tapi kenapa pemerintah diam saja, tolong diberotakan ya suapaya mata mereka terbuka, ” semprot warga.

Informasi lain yang diterima Teropong News, meskipun dalam kondisi hujan pekerjaan pengaspalan tetap saja dikerjakan padahal seharusnya tidak boleh dilakukan, karena aspal tidak akan benar-benar merekat pada lapisan pertama, sehingga gampang retak atau pecah.

Hingga berita ini dipulish, pihak Satker PJN Wilayah Sorong melalui Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK)nya yang dihubungi media ini belum memberikan keterangan.

.