Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Begini Kronologi Insiden ‘Gatot’ Petugas KPK Saat Intai Pejabat Papua

0 913

Jayapura, TN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kali ini benar-benar ‘terciduk’ setelah dua orang petugasnya ‘ketangkap basah’ Pejabat Papua di hotel Borobudur, Sabtu (2/2/2019) malam. Sangat miris, lantaran upaya mematai-matai dan dugaan skenario jebakan OTT yang akan dilakukan ‘Gagal Total’ bahkan petugasnya malah di giring ke Mapolda Papua.

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, Minggu (3/2/2019)mengungkapkan, kronologi kejadian berawal saat Sekda Papua, Hery Dosinaen, mencurigai pemuda yang mengambil foto pejabat Papua saat berdiri di Lobi Hotel Borobudur usai rapat bersama dengan Kemendagri dalam rangka evaluasi akhir APBD Papua 2019.

“ Pak Sekda tanya kenapa ambil foto, tapi dia berkilah dengan berbagai alasan, karna kami curiga, akhirnya kita periksa tasnya, ternyata ada ID Card KPK,” kata Yunus Wonda.

Lebih mengagetkan lagi, saat Handphonenya di buka terlihat banyak percakapan di whatsup yang intinya melaporkan semua kegiatan yang terjadi saat itu, termasuk aktifitas Gubernur Papua, Lukas Enembe saat sedang turun tangga, Kabag Keuangan yang sedang menenteng ransel serta percapakan lainnya yang terkesan ada transaksi pada saat itu.

“Kita semua lihat percakapan itu, seperti melaporkan semua kegiatan Pak Gubernur dan kami malam itu, “ kata Yunus mengakui namanya beserta Kadisorda, dan Kadis PU juga ada dalam percakapan tersebut.

Terhadap tindakan tersebut, akhirnya petugas yang diketahui bernama Muhammad Gilang ini dibawa ke Polda Mentro Jaya, dengan maksud untuk diketahui apakah betul petugas KPK atau hanya gadungan.

“ Semalam itu sampai pukul 02.00 WIB kami di Polda, kita ingin memastikan dia ini petugas KPK atau bukan,” kata Yunus mengakui tindakan memata-matai tersebut sangat membuat tidak nyaman.

Selanjutnya, Minggu (3/2/2019) pagi, kata Yunus Wonda, pihak Polda Mentro Jaya menginformasikan bahwa yang bersangkutan benar adaalah Petugas KPK.

“ Sudah dipastikan dia ini petugas KPK,” kata Yunus.

lebih lanjut Yunus mengatakan insiden ini sangat membuat tidak nyaman, upaya memata-matai kegiatan kerja Pemerintah Papua termasuk Gubernur Papua saat itu, kata Yunus Wonda, terkesan adanya jebakan yang akan di skenariokan KPK untuk menangkap petinggi Papua.

“Kita kan kerja, kalaupun memang dia mau dokumentasikan tidak masalah, toh kami juga sedang rapat dengan Kemendagri terkait APBD 2019. Tapi ini kan seperti ada terkesan ingin menjebak,” kata Yunus Wonda lagi.

Sabtu, (2/2/2019) Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Tim Badan Anggaran Eksecutif dan Legislatif Papua melakukan rapat evaluasi APBD Papua Tahun 2019 bersama Kemendagri di Hotel Borobudur, Jakarta. Rapat tersebut dilakukan untuk menentukan hasil akhir evaluasi terhadap APBD Papua pasca ditetapkan oleh DPR Papua awal Januari lalu.

Anda mungkin juga berminat