Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Aneh! Mantan DPO Narkoba BNN Maluku Hanya Divonis 1 Tahun

0 21

Ambon, TN – Aneh, terdakwa Abdullah Sepa alias Alut yang pernah kabur dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku tahun 2015 silam ini, hanya divonis 1 tahun penjara dalam perkara kasus narkoba. Vonis ini cukup mengejutkan banyak pihak.

Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Sabtu (12/1), dipimpin Hakim Ketua Felix Rony Wuisan, didampingi dua anggotanya Jimy Wally dan Philips Panggalila.

“Memutuskan, menetapkan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika jenis amphetamina (sabu-sabu) dan menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama 1 tahun penjara,” tandas Hakim Ketua Felix Rony Wuisan.

Putusan majelis hakim lebih ringan sedikit dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku selama 1,6 tahun penjara.

Mendengar putusan majelis hakim JPU dan terdakwa tidak mengajukan banding. JPU dan terdakwa menerima putusan tersebut setelah dirinya berkonsultasi dengan penasehat hukumnya. “Saya terima,” kata terdakwa kepada majelis hakim.

Divonis selama setahun, Alut hanya akan menjalani sisa hukumannya tanpa denda selama 5 Bulan. Sebab, dipotong masa tahanan yang sudah dijalaninya.

Terdakwa sebelumnya disangka Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Narkotika nomor 35 tahun 2009. Dalam persidangan, Pasal itu tidak terbukti. Terdakwa hanya terbukti pada Pasal 127 huruf (a), sebagai pemakai narkotika jenis sabu-sabu.

Untuk diketahui, terdakwa dalam perkara kasus narkoba, Abdullah Sepa alias Alut sebelumnya ditangkap BNN Provinsi Maluku di kawasan Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, medio akhir Bulan Juli 2018 lalu. Tertangkapnya Alut, membongkar “aib” BNN Provinsi Maluku yang selama ini tertutup rapat.

Alut kabur 24 Desember 2015. Ia tidak sendiri, tapi bersama pelaku narkoba lainnya Ridwan H. Keduanya berhasil kabur setelah memotong jeruji besi, rumah tahanan BNN Provinsi Maluku, Karang Panjang, Kota Ambon.

Berdasarkan laporan kasus narkoba nomor LKN/05/M/2015/BNNP 27 November 2015 lalu, Alut ditangkap bersama 2 paket sabu-sabu berukuran kecil seberat 0,09 gram. Beberapa hari meringkuk di penjara, Alut lalu kabur dari tahanan dengan cara menggergaji terali besi.

Ternyata, pernyataan Alut kabur dari penjara hanyalah “sandiwara” belaka. Sebenarnya, Alut diduga tidak kabur tapi sengaja dilepas melalui sebuah transaksi “nakal” antara oknum BNN Provinsi Maluku. Dia diketahui kabur setelah membayar uang tebusan sebesar Rp30 juta.

Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol. Rusno Prihardito tidak menampik adanya informasi miring terkait transaksi “nakal” tersebut. Rusno bahkan mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap siapa oknum BNN Provinsi Maluku di balik keluarnya terdakwa dengan cara-cara “kotor”.