Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ambon Kembali “Bergejolak”, Puluhan Warga Luka-Luka, 1 Dinyatakan Tewas

0 971

Ambon, TN – Kota Ambon kembali “bergejolak”. Pasalnya. sejumlah kelompok massa yang tidak puas dengan hasil pemilu melakukan aksi protes hingga terjadilah bentrokan antar warga dan pendukung partai politik.

Dalam aksi protes itu, satu TPS ikut dirusak hingga terjadi pembakaran dan bentrokan dimana-mana.

Massa kemudian saling menyerang dengan kayu dan batu hingga ada puluhan warga mengalami luka-luka. Bahkan, 1 warga tewas.

Aparat TNI-Polri akhirnya diterjunkan untuk mengatasi bentrokan tersebut. Namun sayangnya, massa yang terus bertindak anarkis malah terlibat bentrokan dengan personel TNI-Polri.

Saat itu, aparat kemudian berusaha menyekat kelompok massa yang bertikai, dan menghalau mereka dengan tembakan gas air mata.

Aparat kemudian membawa mereka yang terluka dan meninggal dunia ke rumah sakit terdekat dengan mobil ambulans.

Setelah itu, aparat kemudian mengumpulkan kelompok-kelompok yang terlibat bentrokan di Lapangan Merdeka kemudian dilakukan mediasi untuk mendamaikan mereka.

Setelah massa dapat dikendalikan, aparat kemudian memberikan arahan kepada warga agar tidak terprovokasi dan dapat menjaga situasi kemanaan agar tetap kondusif.

Ini hanya sebuah simulasi pengamanan unjuk rasa saat pemilu berlangsung.

Untuk mengamankan Pemilu 2019 di Maluku agar dapat berlangsung aman dan damai, Kodam XVI/Pattimura menggelar apel pengamanan pemilu legislatif dan pemilu presiden di Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (8/2) pagi.

Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq usai simulasi mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk untuk mengantisipasi adanya kemungkinan gangguan keamanan saat berlangsungnya Pemilu 2019 mendatang.

“Agar saat pelaksanaannya nanti kalau terjadi apa-apa kita tidak grogi lagi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, apel pengamanan dan simulasi yang melibatkan 3.200 personel TNI/Polri ini dilakukan itu untuk melatih setiap anggota agar dapat mengambil tindakan yang tepat dan terukur manakala terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pemilu berlangsung.

“Sekali lagi ini adalah satu tindakan yang betul-betul, kalau terjadi tapi kita harapkan jangan sampai terjadi. Jadi, ini untuk melatih mekanisme penindakan setiap aparat di lapangan,” tandas Pangdam.

Apel pengamanan Pemilu 2019 ini melibatkan sebanyak 3.200 personel gabungan dari TNI dan Polri serta unsur lainnya dari Pemerintah Provinsi Maluku.(*)