Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

9 Jenazah Teridentifikasi, Terungkap Kronologi Pembantaian Pekerja Istaka di Nduga

0 441

Jayapura, TN – Tim DVI Polda Papua diback Tim DVI Mabes Polri berhasil melakukan identifikasi terhadap 9 jenazah yang merupakan korban pembantaian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak Kabo, Distrik Yigi Kabupaten Nduga, 2 Desember lalu.

Para korban yang telah terindentifikasi ini, diketahui mengalami luka tembak, pukulan dari benda tumpul hingga benda tajam.

Adapun hasil identifikasinya yakni:

1. Kantong 1 teridentifikasi an. M. Agus, laki-laki, Islam, 25 Tahun, tinggi 163 cm, Alamat lengkap Botong Bungaya Gowa 2176;
2. Kantong 2 teridentifikasi an. Jefri Simaremare, laki-laki, Kristen, tinggi badan 168 cm;
3. Kantong 3 teridentifikasi an. Alpianus, laki-laki, Kristen, Umur 25 tahun, tinggi badan 173 cm, alamat lengkap Poya Kepala Pitu Toraja Utara 91854;
4. Kantong 4 teridentifikasi an. Yosafat, laki-laki, tinggi badan 162 cm;
5. Kantong 5 teridentifikasi an. M.Fais, laki-laki, tinggi badan 156 cm;
6. Kantong 6 teridentifikasi an. Carli Vatrino, laki-laki, Kristen, Umur 23 tahun, tinggi badan 164 cm, alamat lengkap Tambunan Sanggalangi Toraja Utara 91852;
7. Kantong 7 teridentifikasi an. Yusran, laki-laki, Kristen, tinggi badan 167 cm;
8. Kantong 8 teridentifikasi an. Aris Usi, laki-laki, Kristen, tinggi badan 162 cm;
9. Kantong 9 teridentifikasi an. Agustinus K, laki-laki, Kristen, Umur 41 tahun, tinggi badan 170 cm, alamat lengkap Pangala Pangala Rindingallo Toraja Utara.

“Untuk saat ini, sudah 9 jenazah yang sudah terindentifikasi, 7 dalam perjalannan dari Pos Mbua ke timika dan 3 belum ditemukan dan 2 diperkirakan masih hidup dan belum ditemukan atas nama Simanjuntak dan Hotagaol,” Kapolda Papua, Irjen Polisi Martuani Sormin, saat conpress di Mimika, Jumat (7/12).

Berdasakan release yang diterima Teropong News, Jumat (7/12/2018) siang, 28 pekerja PT Istaka berada di Kamp, dimana tiga orang diantaranya pada Sabtu (1/12/2018) turut serta dalam acara bakar batu yang dimulai dari jam 09.00 Wit s/d 15.00 WIT.

Selesai acara bakar batu, KKB pimpinan Egianus Kogoya mendatangi Kamp, dimana seluruh karyawan yang ada di Kamp ini, dikeluarkan dan diperintahkan untuk diikat.

“ Setelah diikat mereka ini digiring, sampai ke kampung Karunggame dan bermalam di kampung tersebut dengan kondisi yang sama,” kata Kapolda.

Besok harinya, lanjut Kapolda, seluruh karyawan yang disandera ini, diperintah untuk berjalan mengarahkan ke Puncak Kabo.

Selama 2 jam perjalanan dilereng bukit kabo, para sandera ini diperintahkan untuk berbaris dan jongkok.

“disinilah pembantaian mulai dilakukan, KKB melakukan tarian perang dan mulai mengeksekusi satu persatu pekerja Istaka,” ungkap Kapolda

Saat eksekusi tersebut, Kapolda melanjutnya, ada beberapa karyawan istaka yang masih hidup, dimana 3 orang diantaranya mencari kesempatan untuk melarikan diri.

Mirisnya, diketahui oleh KKB dan terjadilah pengejaran. “karena KKB belum jauh, dikerjalah mereka hingga akhirnya ketangkap oleh KKB dan saat itu juga para korban ini langsung dieksekusi menggunakan parang,” kata Kapolda.

Selanjutnya pembantaian juga dilakukan kepada 2 orang lainnya ditempat yang tidak jauh dari lokasi pembantaian 3 orang sebelumnya.

Korban lainnya yang sempat melarikan diri ke arah yang berbeda, menurut Kapolda sebanyak 6 orang, 4 diantaranya selamat yakni, Jimmy Aritonang dalam keadaan tanpa luka, dan Martinus sampe, Ayub, dan Jefriyanto mengalami luka tembak. Sementara dua orang lainnya, Simanjuntak dan Hutagaol di perkiarakan masih hidup dan sampai saat ini masih belum ditemukan.

Kapolda melanjutkan, para korban yang selamat ini, berlindung jalan kaki kerah pos TNI di Mbua. Rupanya, KKB masih melakukan pengejaran, hingga pada malam hari sekitar pukul 05.00 WIT, KKB menyerang Pos TNI dengan membawa serta masyarakat setempat dengan batu.

“mendapat serangan dari KKB dengan tameng masyarakat, akhirnya terjadi penembakan, disinilah Serda Handoko menjadi korban tembak dan meninggal dunia, sementara Pratu Sugeng tertembak,” jelas Kapolda yang juga mengungkapkan penembakan terjadi mulai pukul 05.00 – 21.00 WIT, kontak tembak berhenti karena hujan deras.