Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

40 Konteiner Kayu Ilegal Dari Sorong Ditangkap Di Surabaya

0 635

Sorong, TN- Direktorat Jenderal Gakkum KLHK, Balai Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Jabalnusra, dengan dukungan Komando Armada II (Detasmen Intelijen) melaksanakan operasi gabungan mengerebek 2 industri, PT SUAI dan CV MAR, kedua perusahaan ini diduga kuat penadah kayu-kayu illegal dari Propinsi Papua Barat, Selasa (4/12).

Tim mengamankan 3 kontainer kayu ilegal di PT SUAI yang berlokasi di Gresik, 3 kontainer di CV MAR berlokasi di Pasuruan, dan 34 kontainer di Depo SPIL Tanjung Perak, dengan nilai Rp 12 miliar, pernyataan ini diungkapkan melalui Siaran Pers Ditjen Gakum yang diterima media ini, Kamis (6/12).

Hasil analisis data dan dari informasi itelijen, Ditjen Gakkum KLHK menemukan indikasi ada pengangkutan kayu merbau ilegal sebanyak 40 kontainer dengan kapal HJ dari Pelabuhan Sorong Papua Barat menuju Surabaya Jawa Timur.

Setelah penelusuran dari Sorong hingga Surabaya selama seminggu, Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan (PPH), bersama Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra, dan dukungan Komando Armada II (Detasemen Intelijen) mengamankan kontainer di Pelabuhan Berlian, Tanjung Perak, Surabaya.

Barang Bukti konteiner berisi kayu Illegal dari Sorong yang diamankanntim Gakum KLHK. Foto/Dithen Gakum.

Tim melacak dan membuntuti kendaraan pengangkut hingga ke Pasuruan sebelum menggrebek dua lokasi perusahaan penampung kayu ilegal itu.

“Operasi tangkap tangan kali ini berhasil mengaitkan pelaku di hulu, di Sorong, dengan pelaku di hilir, di Surabaya, Gresik, dan Pasuruan. Pelaku dan pemodal besar pantas dihukum berat agar bisa menjadi peringatan bagi para pelaku lainnya,” ujar Sustyo Iriyono mengomentari hasil operasi gabungan itu, di Surabaya, 4 Desember 2018 lalu.

Data Ditjen Gakkum menunjukkan tawaran dari mafia-mafia kayu ilegal di luar Papua sangat menggiurkan. Para pelaku lapangan lebih baik pasang badan daripada membuka siapa pemodal.

Karena itu Ditjen Gakkum KLHK akan terus menegakkan hukum terhadap pembalak liar di Pulau Papua dengan menangkap pelaku lapangan dan juga pemodal, hingga korporasi pemodal.

“Hasil operasi ini adalah bukti keseriusan KLHK memberantas pembalakan liar mulai dari hulu hingga hilir. Pemberantasan yang komprehensif bisa menjadi sinyal yang kuat buat para perusahaan penadah kayu ilegal dari Papua agar menghentikan usaha ilegal itu,” imbuh Rasio Ridho Sani, Direktur Jenderal Gakkum KLHK. “Penting menyelamatkan sumber daya alam Papua,” lanjut Rasio Ridho Sani.

Ditjen Gakkum saat ini sedang menjajaki kerja sama pemanen dengan TNI AL dan para pihak lainnya, seperti Kementerian Perhubungan, Kepolisian dalam operasi pengamanan hutan. (*)